Rabu, 21 Desember 2011

Astronom AS Temukan Dua Lubang Hitam Raksasa

Astronom AS Temukan Dua Lubang Hitam Raksasa
Istimewa
Pada awal pekan ini, dunia astronomi kembali digegerkan dengan ditemukannya dua lubang hitam (black hole) raksasa yang berada di sepasang galaksi. Keduanya itu terbilang sebagai lubang hitam terbesar yang pernah ditemukan manusia. Lubang hitam memang telah menjadi salah satu fenomena menarik bagi para astronom sejak kali pertama dikonsepsi dalam rumus matematika oleh fi sikawan Jerman, Karl Schwarzschild pada 1916.

Bintang mati dengan gravitasi super kuat itu bisa meruntuhkan dan mengisap benda apapun yang berada di dekatnya, lalu membuangnya ke antah berantah. Penemuan kedua lubang hitam yang terbaru itu merupakan hasil kerja tim astronom Universitas California, Berkeley, Amerika Serikat (AS) yang dipimpin oleh Nicholas McConnell dan Chung-Pei Ma. Mereka mengumumkan penemuan tersebut di dalam jurnal ilmiah Nature.

“Ukuran keduanya benar-benar bagai monster. Kami sebelumnya tidak menyangka akan dapat menemukan lubang hitam sebesar itu. Benar-benar luar biasa," kata Pei Ma kepada para wartawan. Menurut McConnell dan Pei Ma, tiap lubang hitam tersebut memiliki massa yang ukurannya sekitar 10 miliar kali lebih besar dari massa Matahari. Sebelumnya, massa lubang hitam terbesar yang pernah ditemukan "hanya" mencapai 6,3 miliar kali massa Matahari.

Lubang hitam pertama terletak di NGC 3842, yakni sebuah gugus galaksi yang berada pada jarak sekitar 320 juta tahun cahaya dari Bumi. Sementara itu, lubang hitam kedua dengan berukuran hampir sama dengan lubang hitam pertama berada di NGC 4889, yakni gugus galaksi yang berjarak sekitar 335 juta tahun cahaya dari Bumi. "Kedua lubang hitam itu jauh lebih masif dibanding dengan perkiraan sebelumnya," tulis kedua astronom itu.

Mereka memperkirakan proses evolusi yang tidak sama dari setiap galaksi menjadi penyebab perbedaan besar berbagai lubang hitam di jagat raya. Kebanyakan galaksi memang diperkirakan memiliki lubang hitam di bagian intinya. Semakin besar ukuran galaksi, maka semakin besar pula lubang hitam yang ada di dalamnya. Para astronom telah lama memprediksi sejak kali pertama tercipta, jagat raya sudah menjadi tempat berbagai lubang hitam yang besarnya mencapai 10 miliar kali massa Matahari.

"Ada hubungan simbiotik antara lubang hitam dan galaksi sejak awal terciptanya waktu," kata Kevin Schawinski, astronom dari Universitas Yale, dalam artikelnya di dalam Nature, pada Juni lalu.

http://www.koran-jakarta.com/index.php/detail/view01/78117

Tidak ada komentar:

Posting Komentar