Rabu, 21 Desember 2011

Astronom Temukan 16 Planet Mirip Bumi

detail berita
Planet HD 85512 b, yang memiliki karakteristik seperti Bumi (sumber : Google)
CALIFORNIA - Para astronom berhasil menemukan 50 planet baru yang berada di luar tata surya dengan menggunakan perangkat pemburu planet yakni HARPS.

Sebanyak 16 planet memiliki ukuran yang lebih besar dari pada Bumi. Salah satu dari planet luar surya itu mengorbit di tepi zona layak huni yang kondisinya mendukung kehidupan dan bisa menjadi tempat tinggal makhluk hidup seperti halnya Bumi.

Dengan memperlajari sifat dari semua planet yang ditemukan oleh HARPS, para ilmuwan mengungkapkan 40 persen dari bintang-bintang tersebut mirip dengan matahari. Namun setidaknya ada satu planet yang memiliki bobot lebih ringan dari planet Saturunus.

"Penemuan besar dari HARPS telah melampaui semua harapan dan mencakup populasi yang sangat banyak dari planet yang memiliki ukuran lebih besar dari Bumi dan beberpa memiliki jenis yang sama dengan Neptunus, semua planet pada umumnya memang mirip dengan Matahari," jelas MIchel Mayor, Pimpinan HARPS, dari University of Geneva, Swiss.

"Bahkan ini merupakan hasil yang lebih baik yang menunjukan kecepatan dalam hal penemuan planet yang berada di luar tata surya kita," tambahnya.

Seperti dikutip TG Daily, Selasa (13/9/2011), salah satu planet yang memiliki 3,6 kali lebih besar dari massa Bumi dijuluki HD 85512 b. Planet ini berada di tepi zona layak huni yang berada disekitar bintang dengan kemungkinan memiliki air dan hampir sama dengan Bumi. Sehingga nantinya mungkin bisa dijadikan tempat tinggal manusia dikemudian hari.

"Ini adalah planet massal terendah yang ditemukan dengan metode kecepatan radial, planet ini berpotensi terletak di zona habitasi bintang dan merupakan planet bermassa rendah kedua yang berhasil ditemukan oleh HARPS di dalam zona layak huni," lanjut Lisa Kaltenegger, seorang ahli pada kelayakhunian exoplanets.

Menurut pejabat setempat, para astronom yakin mereka telah menemukan planet yang lebih berpotensi untuk dihuni yang berada di sekitar bintang mirip dengan Matahari.

"Dalam sepuluh sampai dua puluh tahun mendatang, kita harus memiliki daftar planet yang berpotensi untuk dihuni di lingkungan Matahari. Ini merupakan hal penting yang harus kami lakukan," tambahnya.

http://techno.okezone.com/read/2011/09/13/56/501931/astronom-temukan-16-planet-mirip-bumi

Astronom AS Temukan Dua Lubang Hitam Raksasa

Astronom AS Temukan Dua Lubang Hitam Raksasa
Istimewa
Pada awal pekan ini, dunia astronomi kembali digegerkan dengan ditemukannya dua lubang hitam (black hole) raksasa yang berada di sepasang galaksi. Keduanya itu terbilang sebagai lubang hitam terbesar yang pernah ditemukan manusia. Lubang hitam memang telah menjadi salah satu fenomena menarik bagi para astronom sejak kali pertama dikonsepsi dalam rumus matematika oleh fi sikawan Jerman, Karl Schwarzschild pada 1916.

Bintang mati dengan gravitasi super kuat itu bisa meruntuhkan dan mengisap benda apapun yang berada di dekatnya, lalu membuangnya ke antah berantah. Penemuan kedua lubang hitam yang terbaru itu merupakan hasil kerja tim astronom Universitas California, Berkeley, Amerika Serikat (AS) yang dipimpin oleh Nicholas McConnell dan Chung-Pei Ma. Mereka mengumumkan penemuan tersebut di dalam jurnal ilmiah Nature.

“Ukuran keduanya benar-benar bagai monster. Kami sebelumnya tidak menyangka akan dapat menemukan lubang hitam sebesar itu. Benar-benar luar biasa," kata Pei Ma kepada para wartawan. Menurut McConnell dan Pei Ma, tiap lubang hitam tersebut memiliki massa yang ukurannya sekitar 10 miliar kali lebih besar dari massa Matahari. Sebelumnya, massa lubang hitam terbesar yang pernah ditemukan "hanya" mencapai 6,3 miliar kali massa Matahari.

Lubang hitam pertama terletak di NGC 3842, yakni sebuah gugus galaksi yang berada pada jarak sekitar 320 juta tahun cahaya dari Bumi. Sementara itu, lubang hitam kedua dengan berukuran hampir sama dengan lubang hitam pertama berada di NGC 4889, yakni gugus galaksi yang berjarak sekitar 335 juta tahun cahaya dari Bumi. "Kedua lubang hitam itu jauh lebih masif dibanding dengan perkiraan sebelumnya," tulis kedua astronom itu.

Mereka memperkirakan proses evolusi yang tidak sama dari setiap galaksi menjadi penyebab perbedaan besar berbagai lubang hitam di jagat raya. Kebanyakan galaksi memang diperkirakan memiliki lubang hitam di bagian intinya. Semakin besar ukuran galaksi, maka semakin besar pula lubang hitam yang ada di dalamnya. Para astronom telah lama memprediksi sejak kali pertama tercipta, jagat raya sudah menjadi tempat berbagai lubang hitam yang besarnya mencapai 10 miliar kali massa Matahari.

"Ada hubungan simbiotik antara lubang hitam dan galaksi sejak awal terciptanya waktu," kata Kevin Schawinski, astronom dari Universitas Yale, dalam artikelnya di dalam Nature, pada Juni lalu.

http://www.koran-jakarta.com/index.php/detail/view01/78117